KPK: Pisahkan Kepentingan Politik dan Proses Hukum di Kasus e-KTP

on

Klasemen liga inggris terkini okezone – Komisi Pemberantasan Korupsi berkukuh tidak akan membuka rekaman berita acara pemeriksaan (BAP) anggota DPR Fraksi Hanura, Miryam S Haryan di hadapan DPRi . Juru bicara KPK, Febri Diansyah, menegaskan hal tersebut akan berisiko untuk mengganggu kinerja KPK.

“Kita perlu memisahkan mana ranah penegakan hukum dan mana ranah politik kalau ada bukti yang dibuka di luar proses hukum tentu risikonya akan mengganggu kinerja KPK,” ujar Febri di Gedung KPK, kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (1/5).

Usul penggunaan hak angket diajukan dalam rapat dengar pendapat Komisi III bersama KPK pada Selasa hingga Rabu (18/4) lalu. Saat itu, sejumlah anggota DPR meminta KPK untuk membuka rekaman pemeriksaan Miryam.

Mayoritas fraksi pun menolak usulan hak angket. Fahri Hamzah, yang sudah dipecat oleh PKS, menjadi pimpinan sidang dan mengesahkan usulan hak angket tersebut. Langkah Fahri menuai polemik karena membuat keputusan secara mendadak tanpa mendapat persetujuan dari seluruh fraksi di DPR.

Febri pun meminta bagi fraksi yang sudah menyatakan penolakan hak angket untuk terus konsisten.

“Bagi fraksi yang sudah menyatakan penolakan agar diminta konsisten terhadap hak angket, kita perlu lihat UU MD3. Hak itu ditujukan kepada berjalannya penerapan UU atau implementasi UU di wilayaj eksekutif,” tutur Febri.

Baca juga: Senyum Semringah Miryam

Hingga kini, KPK tetap bersikap tidak akan membuka rekaman Miryam ke ranah politik. “Kami dapat masukan dari ahli hukum tata negara dan dukungan dari pihak lain supaya fokus kepada pemeriksaan dan tidak dibuka ke wilayah lain, yaitu poltik,” kata Febri.

Sebelumnya, Miryam mencabut pernyataannya dalam berita acara pemeriksaan (BAP) terkait dugaan korupsi e-KTP yang mengalir ke sejumlah anggota DPR dan Kementerian Dalam Negeri.

Pencabutan BAP itu berdasarkan pada pengakuannya yang merasa diintimidasi oleh penyidik KPK, yaitu Novel Baswedan, Ambarita Damanik dan M. Irwan Santoso.

Padahal, dalam BAP-nya Miryam sempat menyebut sejumlah nama anggota DPR yang menerima uang terkait proyek itu. Untuk itulah hak angket pembukaan rekaman BAP Miryam bergulir.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s