Standar Kecantikan yang Aneh dari Masa ke Masa

Street phography – Cantik itu emang relatif ya. Standar kecantikan nggak bisa jadi tolak ukur yang pasti, soalnya selalu berubah-ubah dari masa ke masa. Bukan cuma beda masa, beda standar, bahkan beda negara dan daerah pun bisa jadi standar kecantikannya juga beda.

Beruntunglah lo cewek-cewek yang hidup di zaman sekarang dan nggak terlalu pusing sama apa yang dibilang “cantik” menurut orang banyak, karena lo nggak perlu ngerasain pengorbanan cewek-cewek zaman dulu, yang sampe segininya nih demi dibilang cantik!

Abad ke 15-17: chopine shoes

Cewek-cewek di abad ke 15-17 biasanya ngegunain chopine shoes, atau sepatu dengan hak super tinggi buat ngelindungin gaun mereka dari tanah, serta sebagai penegas tingginya status sosial si cewek tersebut. Makin tinggi dan mewah chopine nya, berarti makin kaya dan terpandanglah si cewek itu. Nggak tanggung-tanggung, tinggi sepatu ini bisa nyampe 50 senti loh, jadi cewek-cewek harus dituntun para pembantunya buat menopang tubuh mereka.

Tahun 1939: pelindung make up

Nggak kalah aneh, di tahun 1930-an, cewek-cewek ngegunain pelindung muka yang berbentuk kerucut kayak gini. Mereka bukan lagi mau nyoba VR atau apa ya, melainkan lagi melindungi make up mereka dari hujan dan salju. O-KAY.

Abad 20: lesung pipi

Dulu, cewek juga dianggap belum 100 persen cantik dan feminim kalooooo belum punya lesung pipi! Di tahun 1923, ngetrend lah sebuah alat pembuat lesung pipi yang berupa semacam kawat yang direkatkan di antara telinga, dagu, dan pipi. Gunanya apa? Dengan bantuan kawat tersebut, pipi akan tertekan ke dalam dan lama kelamaan akan membentuk lesung pipi. Duh, menderita banget!

Renaissance: dahi “jenong”, nggak pake alis

Kebalikan banget nih sama zaman sekarang. Kalo sekarang cewek-cewek membutuhkan 7 purnama buat bikin alis yang cetar dan berusaha pake poni buat nutupin dahi yang agak lebar kayak lapangan bola, beda sama cewek-cewek zaman Renaissance. Dulu, kebanyakan cewek mencukur garis rambut mereka sampe setinggi mungkin biar dahi nya terlihat demi nyipatin image fashionable. Udah gitu, alis juga harus bersih alias nggak ada.

Abad 17 di Inggris: kulit putih

Produk kecantikan dengan timbal dan cuka banyak banget digunain pada masa ini. Efeknya sih kulit beneran jadi super putih, tapi makin lama bisa jadi kuning dan nggak bisa kembali ke asal. Tapi kulit putih jadi tren kecantikan yang populer banget, sampe-sampe Ratu Elizabeth 1 addicted banget sama kosmetik tersebut. Bahkan yaaa, kulitnya sampe jadi terlalu putih sehingga diingat dalam sejarah sebagai “mask of youth”.

Abad 17 di Inggris: urat vena

Masih di Inggris dan dalam periode yang sama, muncul juga tren kecantikan yaitu menggambar urat vena. Iyah, jadi cewek-cewek dengan status sosial tinggi menggambar urat-urat vena mereka dengan pensil warna biru di leher, dada, sampe bahu. Hmmm, buat menekankan kalo mereka “berdarah biru” kali yaaaa.

Era Victoria: menggigit bibir

Pada masa ini, Ratu Victoria melarang penggunaan segala macam kosmetik. Naaah, cewek-cewek mengakalinya dengan “bikin” sendiri make up mereka. Tapi caranya lumayan ekstrim! Demi dapet bibir dan pipi yang merah, mereka rela menggigit bibir sampe mencubit pipinya sampe berwarna.

 Abad 19: arsenik

Di abad ke-19, penggunaan arsenik ngetrend banget buat bikin muka berseri-seri, mata kelihatan berbinar, sampe bikin bentuk badan jadi bagus. Padahal arsenik bahaya dan punya efek samping yang ngeri, arsenik bisa terakumulasi di kelenjar tiroid yang menyebabkan gondok, sampe bisa menyebabkan kematian!

Abad 18 di Eropa: tahi lalat

Tahi lalat sering dianggap sebagai beauty mark. Tapi di abad ke-18, cewek-cewek bakal ngegambar sendiri tahi lalat mereka dengan bentuk dan letak yang beda-beda loh. Daaaaan, masing-masingnya ternyata punya arti yang beda-beda! Di antaranya:

  • bentuk setengah lingkaran sebagai bentuk ajakan nge-date
  • bentuk cupid sebagai tanda lagi jatuh cinta
  • di atas bibir sebagai tanda single dan bebas untuk dilamar
  • di pipi kanan sebagai tanda udah menikah
  • di pipi kiri sebagai tanda janda

Tuh! Aneh-aneh banget kan?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s