Penyakit Yang Sering Terjadi Di Bulan Puasa

Asuransi jiwa online terbaik di indonesia – Berpuasa merupakan suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap umat muslim di seluruh dunia. Selain itu, puasa juga merupakan salah satu bentuk terapi untuk kesehatan, namun jika menjalankan ibadah puasa dengan cara yang salah atau tidak sehat maka beberapa penyakit pun bisa datang dan mengganggu kenyamanan kita saat menjalankan ibadah puasa. Waspadai gangguan penyakit yang sering muncul saat berpuasa, berikut ini akan di bahas mengenai beberapa penyakit yang umumnya sering terjadi di bulan suci ramadhan.
Untuk menjalankan ibadah puasa yang sehat, hal terpenting yang harus diperhatikan adalah mengatur menu makan sehat untuk sahur dan berbuka puasa, karena di saat itulah tubuh akan mendapatkan asupan makanan untuk mencukupi kebutuhan kalorinya. Lalu, ganguan-gangguan atau gejala penyakit apa saja yang mungkin terjadi di saat berpuasa?
1. Asam Lambung
Penyakit asam lambung akan terjadi ketika orang yang berpuasa langsung tidur, 30 menit setelah menjalani sahur. Maka dari itu, tidurlah 1 jam setelah sahur agar asam lambung tidak naik. Jika memang ingin tidur beberapa menit setelah sahur, gunakanlah bantal tinggi, untuk menahan asam lambung dalam tubuh agar tidak naik.
2. Konstipasi (sembelit)
Susah buang air besar sering dialami saat berpuasa. Sembelit bisa menyebabkan ambein (haemorroids), rasa nyeri disaluran anal dan gangguan pencernaan yang membuat perut terasa kembung. Kondisi ini normal saat kita berpuasa karena tubuh banyak menyaring makanan, kurang minum (cairan) dan kurang konsumsi serat.
Untuk mencegah hal ini cobalah saat berbuka dan sahur perbanyak makan-makanan tinggi serat (misal: dari biji-bijian dan buah-buahan), banyak minum air putih dan jika ingin mengkonsumsi karbohidrat dalam jumlah banyak pilihlah roti atau gandum yang mengandung bekatul.
3. Gangguan pencernaan
Saat berbuka puasa kita seringkali tak bisa mengontrol diri untuk makan banyak, akibatnya munculah penyakit yang mengganggu sistem pencernaan, seperti diare dan sakit perut. Penyebabnya karena makan berlebihan, terlalu banyak mengkonsumi makanan yang digoreng dan berlemak, makanan pedas, dan makanan yang memicu produksi gas, seperti telur, kubis, minuman berkarbornasi.
Untuk menghindari hal tersebut solusinya adalah dengan menghindari makan terlalu berlebihan saat berbuka puasa, kurangi minuman yang mengandung soda, akan lebih baik jika banyak mengkonsumsi jus buah dan air mineral. Hindari makan makanan yang digoreng dan makanan yang memproduksi gas, contohnya mie instan.
4. Tekanan darah rendah
Keringat yang berlebihan, rasa lemas, letih, lesu, tak ada energi, pusing terutama saat bangun dari posisi duduk, pucat, dan merasa ingin pingsan merupakan gejala-gejala yang umum dijumpai pada penderita tekanan darah rendah. Gejala ini umunya sering terjadi pada siang hari.
Biasanya gangguan ini terjadi karena sedikitnya jumlah asupan cairan dan kurangnya konsumsi garam. Untuk mencegah tekanan darah rendah atau kurang darah cobalah mulai tambah porsi minum dan garam di malam hari dan perbanyak istirahat di siang atau sore hari. Bila tekanan darah tetap rendah, segera konsultasi ke dokter.
5. Sakit kepala
Sakit kepala atau pening selalu dialami beberapa orang saat berpusa, karena mereka harus menghilangkan kebiasaan yang biasa dilakukan di siang hari, seperti merokok, minum kopi atau rutinitas kerjaan yang menuntut banyak tenaga, dan menahan rasa kantuk. Sakit kepala ini semakin parah jika dibarengi dengan tekanan darah yang rendah, bahkan bisa menyebabkan rasa mual sebelum waktu berbuka tiba.
Untuk mencegah dan mengurangi rasa sakit kepala, stop konsumsi kopi dan merokok selama puasa. Untuk menghindari ngantuk disiang hari, atur kembali jadwal tidur selama bulan Ramadhan.
6. Gula Darah Rendah
Gejala seperti lesu, pening, tubuh mudah lelah, konsentrasi yang buruk, mudah berkeringat, sakit kepala serta pusing saat sedang melakukan aktivitas merupakan gejala-gejala dari penyakit gula darah rendah. Pastikan Anda selalu berkonsultasi dengan dokter apabila Anda adalah penderita diabetes, namun bila Anda tidak menderita diabetes, gejala ini bisa disebabkan karena terlalu banyak mengkonsumsi gula saat sahur, misalnya terlalu banyak mengkonsumsi karbohidrat atau makanan manis saat sahur sehingga tubuh menghasilkan banyak insulin dan membuat glukosa darah menurun, yang akhirnya membuat tubuh menjadi lemas.

Untuk mencegah datangnya gejala penyakit gula darah rendah, sebaiknya kurangi makanan yang terlalu manis saat sahur sehingga jumlah gula darah di dalam tubuh tetap seimbang.

7. Kram Otot (kejang otot)
Biasanya disebabkan karena tubuh kelelahan, kurang konsumsi kalsium, magnesium, dan kalium. Untuk mencegahnya, biasakanlah mengkonsumsi makanan yang kaya akan kalsium, magnesium dan kalium, yang biasanya terdapat pada produk susu, daging, buah-buahan serta sayuran.
8. Batu Ginjal
Batu ginjal umumnya terjadi pada orang yang kurang minum, oleh karena itu untuk penderita bantu ginjal, disarankan perbanyak minum air putih saat berbuka dan sahur untuk mencegah pembentukan batu ginjal. Selain itu, banyak minum saat berbuka dan sahur juga bisa mencegah dehidrasi muncul saat melaksanakan ibadah puasa karena banyaknya aktivitas yang dilakukan atau melakukan pekerjaan yang membuat keluar banyak keringat.
9. Radang Tenggorokan
Gorengan sering dipilih banyak orang yang berpuasa sebagai cemilan ketika waktu berbuka tiba. Menurut Pakar Gizi Rumah Sakit Pusat Pertamina, dr. Titi Sekarindah, MS, SpGK, boleh saja orang yang berpuasa memilih gorengan sebagai cemilan ketika waktu berbuka puasa tiba, asalkan tidak terlalu banyak, 1 buah saja cukup.

Pasalnya, apabila terlalu banyak mengkonsumsi gorengan ketika berbuka, akan merangsang tenggorokan menjadi sensitif, yang berujung pada radang tenggorokan.

10. Penyakit Maag
Salah satu penyakit yang cukup populer dan sering diderita saat sedang puasa adalah maag. Penyakit maag ini bisa mengganggu aktivitas yang biasa Anda lakukan sehari-hari. Nyeri di lambung ini biasanya diatasi dengan cara meminum obat maag, tetapi bagaimana bila sedang berpuasa?

Untuk mencegah sakit maag saat puasa, makanlah makanan berserat serta mengunyah 32 kali setiap makanan akan membantu pencernaan bekerja tidak terlalu keras. Awali dengan minuman yang hangat terlebih dahulu saat berbuka sehingga perut tidak sampai kaget. Minuman pembuka juga disarankan tidak terlalu manis. Anda juga bisa mengonsumsi obat maag pada saat sahur atau berbuka sesuai anjuran dokter, sehingga maag tidak sampai mengganggu aktivitas.

Itulah 10 jenis penyakit yang mungkin terjadi ketika sedang berpuasa. Semoga informasi yang disampaikan dapat bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan, juga membuat Anda semakin berhati-hati dalam mengatur dan memilih menu makanan sehat di bulan puasa (ramadhan).
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s