Siswi SMK yang Hilang di Stasiun Tugu Sempat Mengaku Takut Dihipnotis

KOMPAS.com/Teuku Muh Guci S

Bayar cicilan kredit motor – Keluarga Alifta Nan Rahfaidah (16) langsung datang ke Yogyakarta begitu mendapatkan informasi tentang hilangnya siswi kelas dua SMK tersebut di Stasiun Tugu Yogyakarta.

Keluarga Alifta yang datang terdiri dari ayahnya, Heri Susanto (47); ibunya, Nanan Kurniasari (38) dan; adiknya, Naia Nan Rahmavira (12). Mereka tiba di Yogyakarta pada Rabu (5/7/2017) dan langsung mendatangi Stasiun Tugu.

Kepada wartawan, Naia sempat bercerita bahwa kakaknya merasa takut jika sampai di Yogyakarta. Kekhawatiran itu, kata dia, diceritakan kakaknya sebelum berangkat ke Yogyakarta menggunakan Kereta Api Senja Utama, Senin (3/7/2017) malam.

“Ceritanya siang. Kakak cerita, dik aku takut sampai sini (Yogyakarta) aku ditepuk dari belakang,” ujar Naia menirukan percakapan kakaknya ketika ditemui di Stasiun Tugu Yogyakarta, Jalan Pasar Kembang, Kota Yogyakarta, Rabu (5/7/2017).

Awalnya Naia tak memahami maksud dari kekhawatiran kakak kandungnya tersebut sampai akhirnya Alifta menghilang setiba di Yogyakarta.

Ia menyebut kakaknya memang tak pernah bercerita soal pertemanan atau kegiatannya sehari-harinya di luar rumah.

“Saya cuma tahu teman kakak itu ada dua yang biasa datang ke rumah. Tapi saya enggak tahu mereka tahu soal ini atau enggak,” ujar Naia.

Alifta Nan Rahfaidah (16) dilaporkan menghilang setiba di Stasiun Tugu Yogyakarta setelah turun dari kereta Senja Utama, Selasa (4/7/2017) subuh. Alifta menghilang ketika kakeknya, Surahyo (77), menunaikan ibadah shalat Subuh di mushala yang ada di Stasiun Tugu sekitar pukul 04.30 WIB.

Berdasarkan penuturan Heri, menghilangnya Alifta telah dilaporkan ke Polsek Gedongtengen. Rencananya, rekaman CCTV yang didapatnya dari Stasiun Tugu juga akan dilaporkan ke Polresta Yogyakarta untuk kepentingan penyelidikan.

Berdasarkan rekaman CCTV yang dilihatnya, anaknya memang tengah diintai sejumlah pemuda yang tak dikenal ketika menunggu kakeknya shalat subuh di mushala Stasiun Tugu.

“Dari seluruh rangkaian peristiwa CCTV, ada dua pemuda. Yang satu pakai jaket merah dan satu pakai baju biru yang terlihat mencurigakan, dan hanya dua orang itu yang gerakannya menunggu seseorang,” ujar Heri ketika ditemui di Stasiun Tugu Yogyakarta, Rabu (5/7/2017).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s