10 Foto Lawas Sepak Bola Indonesia Ini Diwarna ulang, Jadi Makin Hidup

10 Foto lawas sepak bola Indonesia ini diwarna ulang, jadi makin hidup

F1 2017 – Sepak bola adalah olahraga yang paling populer di dunia. Bahkan di beberapa negara, fanatisme terhadap olahraga ini sudah mendarah daging. Mereka tak rela jika tim sepak bola idolanya kalah dengan tim lawan. Tak hanya itu, beberapa pemain yang pindah ke klub lawan juga tak sedikit yang dihujat dan dijuluki pengkhianat.

Fanatisme terhadap olahraga si kulit bundar juga menjangkiti Indonesia. Hampir semua klub sepak bola lokal di Indonesia memiliki suporter loyal. Mereka tak segan mempertaruhkan uang hingga nyawa untuk mendukung klub kesayangannya. Namun, jeleknya ada beberapa kelompok suporter yang hingga kini masih bermusuhan. Untungnya, ketika mendukung tim nasional mereka satu suara.

Nah, untuk menyegarkan ingatan dan nostalgia berikut 10 potret lawas sepak bola Indonesia yang diwarnai ulang dihimpun dari akun media sosial Kangope dan Tukang Pulas, Rabu (5/7). Lihat dengan seksama jadi makin hidup gambarnya.

1. Kurniawan Dwi Yulianto dan David Platt saat berseragam Sampdoria.

foto: Kangope

2. Sutiono jersey putih tanpa logo Persib, dijegal Isman Jasulmei (Persija) pada laga perserikatan 91/92 di Stadion Utama Senayan.

foto: Tukang Pulas

3. PSM Makassar saat juarai Jusuf Cup 1965.

foto: @dani_suryaman via Kangope

4. Paraguay vs Indonesia U19 – 1986. Gelandang muda Yudi Guntara (kanan) mencoba menghadang pemain Paraguay.

foto: @Mah5Utari via Kangope

5. Bahar Muharam menghadang Jajang Nurjaman saat semifinal Perserikatan 1990. PSM 0 vs 3 Persib.

foto: Kangope

6. Ramang ditempel ketat pemain Uni Soviet saat Indonesia ditahan Imbang 0 vs 0 pada laga Olimpiade Melbourne 1956.

foto: Kangope

7. Persib vs Persija pada laga Piala Jawapos 1992, di Stadion Gelora 10 November Surabaya.

foto: Kangope

8. Aksi Adjat Sudradjat saat Persib hadapi Persija era Perserikatan.

foto: Kangope

9. Pertandingan antara Persib vs Pardedetex All Star.

foto: Tukang Pulas

10. Djanur (kehalangan), Adjat Sudradjat, Yusuf Bachtiar dan Ade Mulyono.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s