Menjelajah Seni Instalasi hingga Fotografi di Art Sampoerna 2017

on

Menjelajah Seni Instalasi hingga Fotografi di Art Sampoerna 2017

Instalasi seni – Bagi orang Jawa, Buto Cakil adalah tokoh wayang yang selalu hadir menghadang jalan dan menghalangi para ksatria. Ia tokoh antagonis yang berada di sisi kebatilan. Tetapi di ‘buku’ raksasa dari granit  yang diletakkan di rerumputandi area belakang The Atrium Sampoerna Strategic, Jakarta, cakil dipuji: Buto Cakil Pejantan Tangguh.

Buku itu dipajang di situ bersama ‘buku’ lainnya seperti 1001 dhandhanggulo, Mimi lan Minthuna, menyatu dalam karya berjudul Pustakauini karya karya Rizal Kedthes.

Inilah salah satu karya seni instalasi yang bisa disaksikan pengunjung pameran seni  Art Sampoerna 2017.  Cukup banyak karya instalasi yang mewarnai helatan Art Sampoerna yang bertema Flow Into Now ini.

Ichwan Noor yang dikenal dengan karya menggulung bodi mobil VW, juga ikut menampilkan karyanya. Kali ini dia membuat jerohan mobil yakni potongan mesin yang dirangkai.  Karya berjudul Blue Moon ini juga terpajang di luar ruangan menemani karya Rizal.

Art Sampoerna 2017 melibatkan 49 seniman,  baik yang senior seperti seperti A.A Manguputra, Dolorosa Sinaga,  Hanafi, Heri Dono, Nyoman Erawan, Ichwan Noor maupun seniman-seniman muda yang sudah mewarnai seni di Indonesia atau luar negeri maupun baru merambah dunia seni.

Selain karya instalasi, puluhan karya mulai dari lukisan, patung, karya arsitektur atau fashion, fotografi pun pun ikut dipajang dalam pameran dan bursa seni yang digelar mulai 17-21 Mei 2017 ini.
“Konsepnya memang pameran dan pasar seni, di sini kami mengundang senimannya memilih karya mereka. Sedangkan galeri mendukung di belakangnya,” ujar kurator pameran, Rizky A. Zaelani. Dengan konsep ini, kurator bisa menempatkan karya lebih  menarik.

Dari karya yang dipamerkan pengunjung tak hanya bisa menikmati bentuk dan warna. Mereka juga bisa menambah interaksi dengan realitas. Seperti saat melihat karya Panca D.Z yang membuat aplikasi burung dan bunga pada pad yang diarahkan ke karya lukisan di dinding. Karya yang sama dengan yang dipamerkan dalam pameran Wimba Kala. Pengunjung pameran juga bisa mendengarkan bunyi yang disajikan ruang arsitektur karya Marcello Sidharta dan Riefky Sutedja, dalam instalasi ruang bercat hijau yang hanya berisi beberapa bangku kotak itu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s