Air Mineral dan Air Demineral, Pilih yang Mana?

on

Air demineral Aqua – Air sangat penting untuk kelangsungan kehidupan, dan suplai air yang memuaskan (mencukupi, aman, dan dapat dijangkau) harus tersedia untuk semua. Meningkatkan akses pada air minum yang aman menghasilkan manfaat yang nyata bagi kesehatan. Setiap upaya harus dibuat untuk mencapai mutu air minum seaman yang dapat dilakukan (Pedoman Mutu Air Minum). Mengingat air merupakan salah satu komponen utama yang ada dalam tubuh manusia, maka air dikategorikan sebagai sesuatu yang wajib ada dalam tubuh manusia. Tanpa air manusia tidak akan bisa melakukan proses metabolisme dan tanpa air pula manusia tidak akan bisa melakukan proses pertumbuhan. Seperti halnya tanaman yang tidak disiram dengan air dalam jangka waktu lama semakin hari akan semakin layu dan akhirnya mati. Tapi manusia sangatlah berbeda dengan tanaman, khususnya dalam hal air yang dikonsumsi. Mungkin tanaman bisa tahan beberapa waktu tanpa air, tapi manusia tidak bisa, setiap hari harus ada air yang masuk dalam tubuh, kalau tidak akan menyebabkan dehidrasi.

Air minum yang baik dan sehat tentu sangat mendukung proses-proses dalam tubuh, entah itu air mineral maupun air demineral. Air mineral adalah air yang mengandung mineral atau bahan-bahan larut lain yang mengubah rasa atau memberi nilai-nilai terapi. Banyak kandungan garam, sulfur, dan gas-gas yang larut dalam air ini. Mineral dapat menggantikan dan memulihkan sel-sel badan yang lama kepada sel yang baru(http://id.wikipedia.org/wiki/Air_mineral). Biasanya banyak orang menganggap bahwa air minum sama dengan air mineral. Padahal air minum juga ada yang demineral artinya mineral-mineral yang terkandung dalam air itu telah didistilasi sehingga mineral yang terkandung didalamnya hilang. Air ini juga sering disebut sebagai air murni.

Air mineral banyak mengandung mineral-mineral alami seperti kalsium, besi, natrium, fosfor, dan lain-lain. Dimana jika tubuh kita kekurangan zat-zat ini maka tubuh akan bermasalah, karena tubuh kita membutuhkan banyak mineral, misalnya kita butuh kalsium untuk pertumbuhan, zat besi untuk pembentukan sel darah merah, dan lain sebagainya. Tubuh kita tidak mampu memproduksi mineral-mineral itu sendiri, oleh karena itu kita harus mendapatkannya dari luar tubuh, salah satunya yaitu dengan mengonsumsi air mineral. Sedangkan air demineral yang sudah melalui tahap penyaringan, destilasi dan lain sebagainya tidak kalah bermanfaat daripada air mineral, karena air demineral atau air murni ini telah melalui beberapa proses pengolahan, maka logam atau mineral yang terkandung dalam air tersebut bisa hilang. Jadi bisa dipastikan bahwa air ini juga layak dikonsumsi dan bebas dari zat-zat berbahaya.

Dewasa ini pro-kontra antara air yang seharusnya diminum semakin banyak diperbincangkan. Banyak pihak yang mengklaim bahwa air minum yang mengandung mineral jauh lebih bermanfaat bagi tubuh, karena tubuh kita juga membutuhkan mineral untuk melakukan proses metabolisme, justru kalau air minum yang dikonsumsi tidak mengandung mineral akan berbahaya bagi tubuh karena tubuh akan sulit melakukan metabolisme. Namun tak sedikit juga yang mengklaim bahwa air minum demineral lah yang banyak manfaatnya bagi tubuh, karena mineral yang terkandung dalam air itu jika menumpuk dalam tubuh akan menyebabkan kerusakan pada organ tubuh, banyak pihak yang menyebutkan bahwa mineral tak harus didapatkan dari air yang diminum, melainkan bisa dari daging, buah dan sayur-sayuran yang dikonsumsi.

Masalah air minum ini kadang sering diabaikan oleh sebagian besar masyarakat. Padahal masalah air minum ini merupakan masalah yang urgent, menyangkut kelangsungan hidup manusia, karena air adalah salah satu kebutuhan manusia untuk bisa melangsungkan kehidupannya,seperti yang dituliskan dalam buku Pedoman Mutu Air Minum. “penyakit yang berkaitan dengan air minum merupakan beban utama bagi kesehatan manusia. Intervensi untuk memperbaiki kualitas air minum memberi keuntungan yang signifikan bagi kesehatan.” Maka dari itu tak ada salahnya jika kita pandai-pandai memilih air minum mana yang cocok dikonsumsi oleh tubuh kita.

Pada akhirnya tubuh jelas membutuhkan mineral untuk melancarkan proses yang terjadi didalamnya, di dalam tubuh kita pasti ada proses metabolisme tubuh, proses itu membutuhkanmineral sebagai kofaktor. Kalau kofaktor ini kurang, maka metabolisme akan terganggu. Meski mineral juga ada di buah dan sayur, tapi mineral di dalam air akan lebih mudah diserap tubuh, karena mineral dalam air dapat dengan mudah diserap tubuh tanpa proses pencernaan terlebih dahulu. Tetapi, bagi beberapa orang yg mengidap penyakit tertentu, asupan mineral harus dibatasi. Sehingga air minum demineral sangat disarankan untuk orang-orang yang mempunyai penyakit tertentu tersebut.

Mulai sekarang kenali apa yang kita minum, jangan sampai hanya masalah air minum kita harus dirawat dirumah sakit beberapa hari. Mencegah memang lebih baik daripada mengobati. Kenali diri sendiri, kenali air yang kita minum. Oleh : Dewi Ery Ardani

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s